Renungan Harian Katolik Selasa 31 Mei 2022

oleh
Renungan Harian Katolik, Renungan Katolik, Renungan Katolik Hari ini, Bacaan Injil Hari ini, Injil Hari ini, Renungan Pagi Katolik, Renungan Harian Katolik Hari ini, Renungan Hari ini Katolik, Bacaan Harian Katolik, Bacaan Liturgi Hari ini, Bacaan Katolik Hari ini, Bacaan Injil Hari ini Katolik, Injil Katolik Hari ini, Bacaan Hari ini Katolik, Mazmur Tanggapan, Bait Pengantar Injil, Doa Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 31 Mei 2022

Anusiasi juga disebut sebagai Kabar Gembira kepada Santa Perawan Maria atau Kabar Sukacita, Peristiwa Maria diberi kabar oleh Malaikat.

Anunsiasi, juga disebut sebagai Kabar Sukacita kepada Santa Perawan Maria atau Kabar Sukacita Tuhan, adalah perayaan Kristen terkait pemberitaan oleh malaikat Gabriel (lih. Luk 1:26) kepada Perawan Maria bahwa ia akan mengandung dan melahirkan Anak Allah dan memberi nama Dia, Yesus.

Maria segera mengunjungi Elisabeth saudaranya yang dikatakan mandul itu, sebagai respons atau ungkapan kebahagiaannya.

Sesampainya di tempat itu dan sesudah menyalami Elizabet, anak dalam kandungan Elizabet (yang kelak menjadi Yohanes Pembaptis) bergerak, dan ketika hal tersebut diberitahukan kepada Maria, dia menyanyikan Kidung Magnificat sebagai balasannya.

Magnificat merupakan salah satu di antara 4 nyanyian pujian atas kelahiran Yesus, yang terdapat di Lukas bab 1 dan 2. Ke-3 nyanyian yang lainnya adalah nyanyian pujian imam Zakaria (lih. Luk 1:68-79), malaikat (lih Luk 2:14), dan Simeon (lih. Luk 2:29-32).

Nyanyian pujian Maria mirip seperti sebuah mazmur dan memiliki kesamaan dengan nyanyian pujian Hana (I Sam 2:1-10).

Hana menaikkan nyanyian pujian dan syukur kepada Allah karena Allah telah mengaruniakan seorang anak laki-laki yang bernama Samuel.

Karena kemiripan tersebut, maka terkadang nyanyian pujian Hana disebut sebagai “Magnificat Perjanjian Lama”

Dalam pertemuannya dengan Elisabeth, Maria pun mengungkapkan nyanyian pujian kepada Allah yang kita kenal dengan Magnificat; ‘Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juru Selamatku, …’ (lih. Luk 1:46-55).

Maria menjadi perantara kelahiran Yesus, Putra Allah. Elisabeth menjadi perantara kelahiran Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi karya Yesus. Keduanya menjadi sarana saluran rahmat Allah, terutama menjadi perantara keselamatan manusia.

Dalam Magnificat, Maria melambungkan nyanyian pujian dan syukur atas kebaikan dan kesetiaan Allah dalam rencana keselamatan-Nya bagi umat manusia, khususnya bagi bangsa Israel.

Maria menggambarkan karya Allah yang Maha Kuasa dan rahmat yang di nyatakan kepada Israel, serta penggenapan janji Allah kepada Abraham.

Magnificat juga menunjukkan dengan jelas bagaimana ketaatan serta respons Maria terhadap kehendak Allah yang dinyatakan melalui dirinya.

Nyanyian ini diakhiri dengan suatu jaminan bahwa Allah selalu setia kepada perjanjian dengan umat-Nya.

No More Posts Available.

No more pages to load.